Dari Porter, Buruh Bangun Hingga Menjadi Anggota Dewan Kepri

15

Batamekspres.id, Batam – Perjalanan karir, Sahmadin Sinaga, SE dimulai dari nol. Dari kuli porter pelabuhan, buruh bangunan di Batam dan sekarang menjadi anggota DPRD Kepulauan Riau.

Tamat kuliah di Medan, Sahmadin Sinaga langsung merantau. Tempat yang dituju Batam. Tiba di kota industri ini pada tahun 1994, dia langsung cari kerja. Walau pun hanya serabutan. 

“Saya orangnya tak mau diam. Yang penting kerja apa saja,” kata Sahmadin membuka dialog di Metro Forum pada Selasa, 2 Agustus 2022. 

Awalnya kerja, sarjana ekonomi itu kerja sebagai kuli panggul di pelabuhan Batam. Bukan hanya itu, di sela waktu kosong dia pun mau menjadi tukang ojek. 

BACA JUGA:   Bandara Hang Nadim Disiapkan untuk Hub Logistik

“Malamnya saya mengajar di tempat kursus teman saya. Saat itu saya mengajar akutansi,” ucap Sahmadi  menerangkan jalan hidupnya.

Setahun kemudian mencari pekerjaan lain. Tapi masih juga jadi buruh. Cuma  kali ini buruh bangunan. “Saat itu saya hanya sebagai helper saja,” ujarnya menambahkan.

Sahmadin jadi perbincangan di tengah tukang bangunan di Legenda Malaka. Karena seorang sarjana ekonomi hanya sebagai kuli bangunan.

Perbincangan tersebut terdengar sampai ke perusahaan pengembang perumahan yang berkantor di Bengkong Harapan. “Enam bulan kemudian, saya ditawari kerja lain oleh developer. Langsung kerja di kantor di bagian keuangan,” jelasnya.

BACA JUGA:   Pelabuhan Batu Ampar Pakai Aplikasi B-SIMS

Kehidupan mulai berubah. Tidak lagi berpanas-panasan di bawah terik matahari. Dan kerjanya berada di ruangan dingin yang ada air conditioner. Dan Sahmadin sudah menerima gaji bulanan.

Sekitar 11 tahun berlalu. Sahmadin ingin keluar karena kondisi perusahaan. Namun niatnya diurungkan atasannya. Sahmadin dilarang resign. Malahan diusulkan untuk buat developer baru.

Dia lantas mencari mitra. Pucuk dicinta alam pun tiba. Akhirnya lelaki dari Sumatera Utara itu mendirikan perusahaan baru dan membangun Perumahan Legenda Bali. “Eh pas membangun ini, rumahnya terjual semuanya,” paparnya mengenang awal usahanya.

BACA JUGA:   Gudang Sepeda Impresa Terbakar, Barokah Rugi Rp6 M

Ia lalu buat perusahaan developer sendiri dengan nama Rabayu. Yang kini kian berkembang pesat. “Perumahan Rabayu ini sekarang ada di 15 titik di Batam,” terangnya.

Sahmadin lalu mulai berpikir bisa membantu masyarakat luas. “Awalnya tak pernah terbesit di pikiran saya menjadi anggota dewan ini. Tapi melihat anggota dewan dan pejabat tidak berbuat di sekitar perumahan saya, baru muncul niat itu,” jelasnya lagi.

Pada tahun 2014 dia memberanikan diri untuk maju. Menjadi calon legislatif di Provinsi Kepulauan Riau.”Sampai saat ini saya sudah dua periode menjadi anggota dewan,” pungkasnya.(bar)