Kadin Kepri Door To Door ke Investor Amerika

25
Ketua Kadin Kepri, Makruf Maulana

Batamekspres.id, Batam – Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau, Makruf Malauna mengatakan telah banyak membuat terobosan sejak covid menimpa negeri ini. Bahkan dia door to door mendatangi investor di Amerika. 

Menurut Makruf, terobosan pertamanya memberikan lahan gratis selama lima tahun kepada para investor yang mau investasi di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

“Syaratnya minimal nilai investasi yang ditanamkan di BBK ini Rp200 miliar ke atas dan menyerap 1.000 tenaga kerja,” ucapnya dalam dialog Metro Forum pada Rabu kemarin. 

BACA JUGA:   Pembeli Sembako Murah Tidak Pakai Masker, Tidak Jaga Jarak

Agar bisa berjalan program ini, tambah Makruf, dia door to door mendatangi negeri Paman Sam untuk mencari investor. “Kala itu saya dapat informasi kalau investor Amerika mau menanam investasi ke Vietnam,” ujar pengusaha Batam itu. 

Makruf lalu menjajaki kenapa investor Amerika memilih ke Vietnam. Ujungnya Makruf menarik benang merah. Kalau mereka datang ke Vietnam karena diberikan garansi gratis sewa lahan selama tiga tahun. 

BACA JUGA:   Target Samsat Batu Aji Sebesar Rp25 M Lebih

“Dalam pertemuan saya tegaskan Indonesia bisa menawarkan free selama lima tahun sewa lahan. Lalu mereka minta free tax holiday,” ucapnya lagi menjelaskan. 

Karena masalah tax holiday ini wewenang pusat, lanjut Makruf, dia minta waktu kepada investor selama dua sampai tiga hari untuk bisa memutuskan. 

“Eh, pusat ternyata memberikan. Dan program saya ini lalu diminta pusat. Makanya sekarang ini tidak ada yang tidak mungkin. Tinggal saja mau atau tidak saja menjalankan,” papar Makruf mencontohkan. 

BACA JUGA:   Plt. Bupati Bintan Rindu Travel Bubble

Dia juga menjelaskan, hambatan investasi di wilayah Kepri ini karena beban biaya yang tinggi dan juga birokarasi yang berjalan belum seperti yang diharapkan pengusaha.  

“Misal mengurus perizinan secara online saat ini, belum berjalan semestinya. Masih ada ketidaksinkronan satu sama lainnya. Ini juga menghambat,” terangnya. 

Makruf menilai Batam yang merupakan kota kawasan industri masih sangat menjanjikan dibanding kota wisata. “Saat ini apa yang mau dijual wsatanya? Pantai? hanya begitu saja. Tidak bisa dijual,” sambungnya.(bar)