Pedagang Handphone Jualan di Emperan Botania I

437
Pedagang ponsel berjualan di parkiran Botania I sejak adanya PPKM di Batam. (GUS)

Untung Rp35 Ribu pun Diambil

Batamekspres.id, Batam – Sejumlah pedagang telepon genggam di pusat perbelanjaan Botania 1 yang memilih berjualan di luar gedung dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Mereka menggunakan meja dan mobil sebagai tempat berjualan.

Mobil pribadi dijadikan tempat jualan dengan menjadikan bagasi mobil dan meja sebagai tempat pajangan handphone.

Jimy salah satu pedagang mengatakan, terpaksa harus tetap berjualan seadanya mengingat tuntutan kebutuhan. 

Kendati hanya sedikit perbedaan penurunan jumlah barang yang dijual, tetapi secara keuntungan jauh berbeda dengan berjualan di toko tempat usahanya.

BACA JUGA:   Kualitas Kamera Galaxy S21 Series 5G Betul Betul Mantul dan Unggul

“Jumlahnya barangnya memang tidak jauh, seperti contoh semalam laku dua, tapi untung 35 ribu pun kita ambil. Berbeda saat kita jualan di toko bisa ratusan ribu, sekarang paling banyak untung Rp 100 ribu satu HP,” ungkapnya kepada media baru – baru ini.

Jimy terpaksa melakukan hal tersebut mengingat pesatnya perputaran produk baru yang memuncul sehingga tidak bisa lama-lama menahan barang untuk tidak dijual.

BACA JUGA:   Wahai Pecinta Samsung Galaxy, Ini Panduan untuk Mendapatkannya

” Saya khawatir kalau tidak laku, semakin hari semakin turun harganya, karena produk baru ada terus,” kata Jimy.

Jimy mengaku tidak mempersoalnkan kebijakan pemerintah membuat peraturan untuk menutup toko di masa pandemi Covid-19 asal bersikap adil tanpa pandang bulu untuk menutup semua.

“Saya tidak apa-apa asal ada keadilan. Jangan kita pedagang kecil disuruh tutup, tapi masih banyak ruko di luar masih pada buka,” keluhnya.

BACA JUGA:   Ini Yang Ditunggu-Tungggu Samsung 5G, Berbalut Teknologi Canggih

Dikatakan Jimy, pihak pemilik toko kini menggelar lapak jualan dari pukul 10.00 hingga pukul 17.00. Untuk menekan biaya pengeluaran pihal toko menurunkan upah pegawai dari setiap hari Rp 120 ribu menjadi Rp 30 ribu.

“Kami buka pagi sampai sore tergantung, kalau tidak dibubarin sampai jam 5 sore. Upah karyawan pun terpaksa diturunkan karena berkurangnya waktu kerja,” pungkasnya. (gus