Dekranasda Lingga Harus Bisa Berkontribusi kepada PAD

169
Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar foto bersama dengan Bupati Lingga, M Nizar dan pengurus Dekranasda. Foto: RAI

Batamekspres.id, Lingga – Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar berharap Dekranasda sebagai wadah berhimpunnya pemangku seni juga mampu menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan program seni kerajinan dan meningkatkan kesejahteraan sumber daya manusia. Ole karena itu, pengurus harus bisa menggali, membina, mendorong seni kerajinan serta memperluas pangsa pasar hasil produksi kerajinan.

“Tugas utama, meningkatkan inovasi kreatifitas, serta ketrampilan di bidang seni dan kerajinan. Meningkatkan produktivitas, kemampuan pengrajin melalui pembinaan demi menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata dia setelah acara pengukuannya di Gedung Nasional pada Sabtu, 16 Oktober 2021.

BACA JUGA:   STQ Kecamatan Lingga Utara Sukses

Ia juga meminta Dekranasda harus bisa menajemen usaha, meningkatkan, mempromosikan hasil produksi dan memfasilitasi bahkan melindungi pengrajin melalui legalitas hukum, berupa hak cipta dan sebagainya.

Ada tiga hal yang menjadi PR, untuk segera dituntaskan yakni pengembangan/peningkatan produksi hingga pemasaran Tudong Manto yang

telah menjadi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kabupaten Lingga. Peningkatan produksi dan promosi Batik Lingga, serta Kain Talepok sebagai warisan budaya.

BACA JUGA:   Wali Kota Batam Berharap Capaian Pertumbuhan Ekonomi 2022 Seperti 2019

“Saya berharap kepada Dekranasda, melalui Tudung Manto untuk dapat dikembangkan, ditambahkan dan jangan lupa berikan bimbingan kepada pengrajin-pengrajin,” pintanya berpesan.

Katanya lagi, Dekranasda tergabung dari orang-orang berpotensi yang berasal beberapa OPD-OPD di Kabupaten Lingga. Menurutnya ini cukup layak untuk digantung harapan agar Dekranasda bisa kembali bangkit dan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah.

BACA JUGA:   Asuransi Qoala Plus Hadir di Batam

“Saya ingin di zaman ini Dekranasda bisa berkontribusi menyumbang PAD, dengan waktu 2-3 tahun bisa membantu menyumbang PAD. Itu saya harapkan. Apalagi untuk Batik, Tuding Manto dan Kain Talepok sudah mendapat HAKI,” imbuhnya.(rai)