Utusan: Kepala BP Batam Harus Bertanggung Jawab Soal Air Bersih

19
Utusan Sarumaha. Foto: BE

Batamekspres.id, Batam –  Anggota DPRD Batam, Utusan Sarumaha menegaskan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang menangungi SPAM harus memperhatikan pengolaan air bersih di Batam. Sebab, dia mengaku sering menerima berbagai keluhan dari masyarakat terkait masalah air ini. 

“Kepala BP Batam harus bertanggungjawab terhadap pelayanan air bersih,” kata Utusan forum diskusikan POSMETRO pada Selasa, 21 Juni 2022.

Keluhan itu, ia menambahkan di antaranya masalah pemasangan meteran yang saat ini tarifnya relatif mahal. Kemudian soal kelancaran air yang saa ini terasa sangat mengganggu aktifitas masyarakat. Serta yang tak kalah pentingnya soal air yang berwarna kekuningan.

BACA JUGA:   Hasil Jual Jagung Warga Binaan Rutan Batam Dimasukkan ke PNBP

 “Seperti soal pemasangab meteraan, ini mesti diatur di Perka (Peraturan Kepala BP Batam), mestinya ada batasan tarif maksimal dan minimal. Agar tidak terjadi keluhan yang menyebutkan perbedaan tarif dari setiap pelanggan,” ucap Utusan mencotohkan.

Bahkan disebutkan politisi dari Partai Hanura ini, ada masyarakat kavling yang mengeluh saat mendaftar pemasangan meteran baru diminta untuk membayar dua meteran.

 “Karena dua pintu lalu diminta untuk membayar dua meterangan,” ujarnya menyebutkan salah satu contoh permasalan yang terjadi. 

 “Dan juga soal kelancaran air ini, kasihan masyrakat. Yang semestinya harus istirahat, tapi harus menunggu waktu saat air mengalir ke rumahnya tengah malam,” imbuhnya lagi. 

BACA JUGA:   Wagub Kepri Optimis Maju, UMKM Bisa Go Internasional

Memang diakui oleh Utusan, pengambil alihan pengelolaan air dari PT ATB terhadap SPAM Batam ini sangat bagus, karena apa yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak mestinya dikelola oleh pemerintah tidak ditangani oleh swasta. 

Namun, menurutnya tidak ada salahnya sistem yang bagus dari PT ATB saat mengelola air sebelumnya ditiru oleh SPAM Batam saat ini. 

Dicontohkan Utusan misalnya, seperti sistem pembayaran. “Masih adanya keluhan soal mahalnya tagihan dan soal kebocoran,”  terangnya lagi. 

Seperti penunjukan mitra untuk pengerjaan berbagai kebutuhan air bersih. Menurutnya, saat ini sebenarnya sudha tepat tidak langsung dari kontraktor yang berhubungan dengan masyarakat. Namun harus melalui pihak SPAM Batam. 

BACA JUGA:   Kasus Covid Turun, Disdik Batam Akan Bahas Lagi Belajar Tatap Muka di Mainland

“Ini bagus, agar kontraktor tidak sembarangan menentukan harganya. Tapi itu tadi, perlu dipikirkan bagimana sistem kerja yang akan berpengaruh terhadap pelayanan terhadap masyarakat, dan ini perlu segera dilaksanakan,” jelasnya.

Dijelaskan Utusan, memang tidak semua yang dilakukan ATB sebelumnya sempurna seperti yang diinginkan masyarakt, namun saat Ini soal berbagai pelayanan terasa sangat kurang dibandingkan dengan yang lama. “Setidaknya walau belum bisa untuk lebih baik, mestinya menyamailah,” ucapnya lagi.(sya)