MB2 Jadi Pusat Oleh-Oleh Batam, 70 Tenannya Gratis Selama Lima Bulan

101
Gustian Riau berbicara dengan pelaku UMKM di Mall Botania Dua. Foto: IST

Batam, Batamekspres.id, Mall Botania Dua (MB2) diputuskan menjadi pusat oleh-oleh khas Kota Batam. Sebanyak 70 stan untuk pelaku usaha UMKM akan dipersiapkan dan selama lima bulan gratis tanpa bayar sewa.

“Ini sentra pertama oleh-oleh. Jadi nantinya kalau mau oleh-oleh paling lengkap bisa dicari disini tidak repot- repot lagi,” kata Gustian Riau, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam pada Jumat, 20 Mei.

Dikatakan Gustian Riau, sentra pusat belanja oleh-oleh ini akan dibuat di lantai dua MB2 dengan konsep one stop service area yang dilengkapi dengan berbagai oleh-oleh.

BACA JUGA:   Terkendala Alat PCR, Bandara Hadim Belum Siap untuk Pintu Masuk Wisatawan Asing

Gustian juga memiliki alasan MB2 menjadi sentra oleh-oleh yang strategis dikarenakan dekat dengan bandara dan pelabuhan.

“Kalau tamu dari luar yang akan pulang, mendadak cari oleh-oleh bisa belanja di sini dengan waktu lebih efisien. Tidak berlama-lama ke airport dan pelabuhan,” ujarnya.

Untuk itu, Gustian Riau meminta para pelaku UMKM bisa menyiapkan produk yang dijual memenuhi kualitas standar nasional dan internasional.

BACA JUGA:   Penumpang Pesawat di Hang Nadim Turun Drastis

“Kita kan berbatasan dengan negara tetangga, tentunya produk yang disajikan harus benar-benar berkualitas dan diusahakan standar internasional,” himbaunya.

Tidak hanya memberikan kemudahan gratis lima bulan bebas sewa tempat, Disperindag juga memfasilitasi UMKM binaannya mensertifikasi keamanan produk makanan dan minuman dari BPPOM juga membantu memfasilitasi mendapatkan lebel halal dari MUI.

“Nanti secara kolektif kita akan menjembatani untuk sertifikasi BPPOM dan MUI. Selain halal dan aman, kita juga akan memberikan pelatihan cara pengemasan produk yang menarik,” kata Gustian Riau.

BACA JUGA:   Kalangan Jurnalis dan Komunitas Ujicoba All New Honda Vario 160

Sementara itu untuk sistem penjualan, Disperindag akan menyiapkan satu kasir sebagai kontrol penjualan dan meminta kepada para pelaku usaha untuk serius dalam menjalankan usahanya.

“Kita siapkan satu kasir, agar kita bisa mengontrol mana UMKM yang laku dan tidak laku. Jika ada kekurangan bisa sharing sama kita. Kita juga akan buat surat pernyataan secara tertulis kepada UMKM. Jadi kalau tidak serius akan digantikan dengan yang berminat,” pungkasnya.(gus)