Bea Cukai Batam Sita 100 Gram Sabu

36
Tearsangka berinisial D. Foto: Bea Cukai

Batam, Batamekspres.id – Bea Cukai Batam bersama dengan AVSEC Bandara Internasional Hang Nadim Batam berhasil mengungkapkan penyeludupan narkotika di Batam. 

Peristiwa pengamanan Narkotika berupa Methamphetamine atau lebih populer dengan nama sabu-sabu seberat 100,7 (seratus koma tujuh) gram oleh Bea Cukai Batam dengan dukungan AVSEC di Bandara Internasional Hang Nadim pada Jum’at, 10 Juni 2022. 

Penindakan yang dilakukan kali ini menjadi penindakan narkotika ke-9 yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam sepanjang tahun 2022.

Undani, Pejabat Pelaksana Harian Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, menjelaskan kronologi penangkapan sabu-sabu tersebut.

BACA JUGA:   Aplikasi Ojek Online, Karya Anak Batam

“Pada tanggal 10 Juni 2022 sekitar pukul 15.20 WIB, petugas Bea Cukai bersama dengan AVSEC Bandara Internasional Hang Nadim melihat gerak-gerik mencurigakan dari penumpang dengan inisial D, berumur 30 tahun, dengan rute penerbangan Batam menuju Surabaya dengan tujuan akhir Lombok,” ujar Undani dalam rilisnya pada Senin, 27 Juni. 

Petugas, imbuhnya  kemudian melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang dan melakukan proses wawancara.

Hasilnya,  tersangka tidak mengaku mengonsumsi sabu-sabu. Lantas petugas melakukan body checking dan wawancara mendalam terhadap pelaku. Baru setelah itu mengaku memakai sabu-sabu.

BACA JUGA:   Thumbay Group Berminat Kolaborasi Sama BP Batam Bangun KEK Kesehatan

“Petugas kemudian membawa tersangka ke rumah sakit terdekat,” sambungnya. Setelah sampai di rumah sakit, tersangka mengeluarkan salah satu bungkus barang bukti tersebut.

 ‘Dari rontgen hasilnya masih ada satu bungkus barang bukti di dalam dubur,” tegas Undani.

Tersangka beserta barang bukti sabu-sabu kemudian dibawa ke kantor Bea Cukai Batam untuk pemeriksaan mendalam dan pengeluaran satu bungkus barang bukti lainnya. 

Dari pemeriksaan tersebut,  tersangka positif memakai Methamphetamine atau sabu-sabu.

BACA JUGA:   Saya Emosi, Dia Memaki Keluarga Saya

“Terhadap barang bukti dan tersangka diserahterimakan ke Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Kepulauan Riau dengan dibuatkan berita acara serah terima tanggal 10 Juni 2022 untuk proses lebih lanjut,”tutur Undani.

Upaya penyelundupan sabu-sabu tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).(bar)