LSM: Tambang Pasir Kuarsa Merusak Lingkungan, Kades: Perusahaan Membantu Masyarakat

37
Dengar pendapat pro dan kontra keberadaan tambang pasir di Natuna. Foto: ZAM

Natuna, Batamekspres.id – Kami dari Aliansi Natuna Menggugat tak rela tanah Natuna dikeruk oleh perusahaan tambang Kuarsa. Karena akan menimbulkan kerusakan lingkungan, kata Wan Sofian dalam hearing dengan DPRD Natuna.

Dengar pendapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Natuna Daeng Amhar dan dihadiri Bupati Natuna Wan Siswandi, Wakil Ketua I DPRD Natuna Daeng Ganda di Ruang Rapat Paripurna DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Ranai pada Jumat kemarin.

BACA JUGA:   Dekranasda Lingga Harus Bisa Berkontribusi kepada PAD

Tampak juga pihak perusahaan tambang pasir kuarsa PT. Indoprima Karisma Jaya (IKJ) dan Aliansi Natuna Menggugat yang dipimpin oleh Wan Sofian.

Rapat dengan pendapat antara DPRD Natuna dan Aliansi Natuna Menggugat tersebut terkait masuknya perusahaan tambang Pasir Kuarsa di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna.

Wan Sofian mengatakan jika RDP ini digelar berawal dari penilaian masyarakat yang kontra terkait Tambang Pasir Kuarsa yang sedang melakukan eksplorasi di Desa Teluk Buton.

BACA JUGA:   Iklim Investasi di Kepri akan Semakin Baik

Masuknya tambang pasir kuarsa ini tambah Wan Sofian sebagian masyarakat menilai akan berdampak buruk terhadap alam dan lingkungan. Selain itu, diduga perusahaan tambang tersebut belum memiliki izin lengkap.

Sehingga, terbentuk sekelompok masyarakat mengatasnamakan Aliansi Natuna Menggugat. Kelompok Aliansi Natuna Menggugat tegas Wan Sofian menolak keras ekplorasi dan keberadaan tambang pasir kuarsa tersebut.

BACA JUGA:   Proyeksi Ekonomi Nasional Rebound di 5,3 Persen

Sementara itu, Kepala Desa Teluk Buton, Doni Boy mengatakan justru masyarakat di Desa Teluk Buton yang merupakan salah satu lokasi tambang menerima masuknya perusahaan tambang ini.

Ia menilai, dengan masuknya tambang tersebut akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Kami setuju masuknya perusahaan tambang ini, karena pihak tambang telah menjanjikan akan membuka lowongan pekerjaan dan mengutamakan masyarakat tempatan,” kata Doni Boy.(maq)